Seminar Nasional Inovasi Perkebunan

 

Expo Nasional Inovasi Perkebunan (ENIP) 2011 yang diselenggarakan tanggal 14-16 Oktober 2011 bertempat di Balai Kartini, Jakarta, telah dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa pada tanggal 14 Oktober kemaren. Kegiatan ENIP hari kedua diisi dengan 3 kegiatan utama yaitu (1) Seminar Nasional Pesitisida Nabati, (2) Round Table Meeting (Temu Bisnis), dan (3) Workshop Nasional Diversifikasi Pangan Daging Ruminansia Kecil. Disamping itu juga ada pameran inovasi teknologi perkebunan serta beberapa kegiatan yaitu wisata edukasi yang diikuti oleh Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi, lomba stan terbaik, lomba mewarnai anak-anak, dan doorprize serta hiburan.

1. Seminar Nasional Pestisida Nabati IV

Seminar Nasional Pestisida Nabati dengan tema ”Pestisida Nabati Untuk Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian Nasional” merupakan bagian dari kegiatan ENIP 2011 yang diselenggarakan pada tanggal 15 Oktober 2011 di Ruang Mawar, Balai Kartini, Jakarta.

Acara seminar Pestisida Nabati IV tahun 2011 ini dihadiri oleh 172 orang yang terdiri dari para peneliti dari Badan Litbang, Universitas, swasta dan mahasiswa, dibuka oleh Kepala Badan litbang Pertanian, Dr. Haryono, M.Sc., yang dalam arahannya mengharapkan kegiatan seminar ini dapat menghasilkan suatu produk yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Seminar dengan ‘keynote speech’ yang dibawakan oleh Kepala Puslitbang Perkebunan, Dr. M. Syakir, MS., dengan topik “Konsep dan Strategi Litbang Pestisida Nabati di Indonesia”, dilanjutkan dengan diskusi panel yang dipandu oleh Dr. Agus Pakpahan dengan topik-topik sebagai berikut : (1) Status Terkini Penelitian Pestisida Nabati (Dr. Nurliani Bermawie/Kepala Balittro, (2) Penggunaan Pestisida Nabati dalam Mendukung Pertanian Organik untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Pertanian (Dr. Purbo Winarno/Asosiasi Produsen Organik Indonesia), dan (3) Bisnis Pestisida Nabati di Indonesia (Dr. Bagus Haryo Notonegoro, MSc/PT. Sainindo Kurnia Sejati).

Setelah rehat siang, acara seminar dilanjutkan dengan sidang kelompok yang dibagi dalam 2 kelompok, yaitu: (1) Pestisida nabati untuk pengendalian serangga hama pertanian, gudang, dan rumah tangga, (2) Pestisida nabati untuk pengendalian virus, jamur, bakteri, nematode, moluska, dan gulma serta teknologi pengendalian OPT ramah lingkungan.

Pada sore harinya dilakukan acara penutupan oleh kepala Puslitbang Perkebunan, Dr. M. Syakir, MS., dimana sebelumnya dibacakan rumusan Seminar oleh Dr. Molide Rizal.

2. Round Table Meeting (Temu Bisnis)

Kegiatan Round Table Meeting (Temu Bisnis) dengan acara promosi dan penandatanganan naskah kerja sama dihadiri oleh 120 orang peserta yang terdiri dari peserta kalangan industri yang bergerak di bidang perbenihan, pakan ternak, dan pasca panen serta para pemangku kebijakan bidang perkebunan.

Kegiatan promosi yang dipandu oleh Prof.Dr. Kusuma Diwyanto terbagi atas 3 kelompok dengan 5 klaster teknologi perkebunan yaitu kelompok Biofarmaka dan Pangan Olahan dengan teknologi “Jamu Ternak dan Minuman Herbal Asitaba Plus (Balittro) yang disampaikan oleh Prof.Dr. Agus Kardinan. Kelompok Sarana Produksi dengan tiga teknologi yaitu (1) Biopestisida Biotris (Balittri), (2) Urea Bersalut Arang (Balitrawa, dan (3) Kenaf KR 14 (Balittas) yang disampaikan oleh Dr. Syafaruddin. Kelompok Pakan ternak dengan teknologi “Bioport dan Ferlawit” (Balitnak) disampaikan oleh Prof.Dr. Arnold Sinurat. Kelima klaster teknologi perkebunan tersebut akan ditindaklanjuti dengan melakukan mediasi antara pemilik invensi dengan calon mitra kerja sama pada bulan Oktober-Desember 2011.

Kegiatan Penandatanganan naskah kerja sama yang terdiri dari 1 (satu) kerja sama penelitian Kenaf KR 14, antara Balittas dan PT. Retota sakti dan 4 (empat) Lisensi Eksklusif dengan pihak swasta yaitu : (1) Padi Hibrida HIPA 12, antara Balai Besar Padi dengan PT. Saprotan Benih Utama, (2) Padi Hibrida Bima 14, antara Balai Besar Padi dengan PT. Saprotan Benih Utama, (3) Proses penurunan indek glikemik rendah pada beras, antara Balai Besar Pascapanen dengan PT. Petro Kimia Gresik (Persero), dan (4) Jagung Hibrida Bima 12 Q, antara Balitsereal dengan PT. Berdikari (Persero).

3. Workshop Nasional Diversifikasi Pangan Daging Ruminansia Kecil

Workshop Nasional ini merupakan kegiatan kerjasama antara Pusat Penelitian dan Pengembangan Petemakan dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan dalam rangka menunjang program swasembada daging sapi dan kerbau tahun 2014 dengan tema “Peningkatan konsumsi daging ruminansia kecil Dalam diversifikasi pangan daging guna mendukung PSDSK 2014 melalui integrasi dengan perkebunan”.

Workshop Nasional ini terdiri atas sesi presentasi untuk pemakalah undangan dan poster untuk pemakalah penunjang.

Workshop ini menampilkan 7 (tujuh) makalah undangan dari dalam negeri. Disamping itu makalah penunjang yang

dipresentasikan secara poster sebanyak 20 (dua puluh) makalah. Workshop dihadiri sekitar 50 orang peserta terdiri atas para pakar, praktisi peternakan, pengguna jasa penelitian dan pengembangan, BUMN, asosiasi, organisasi profesi, dinas peternakan, pengusaha swasta di bidang peternakan dan veteriner serta wartawan dari media massa, diharapkan dapat mempercepat penerapan IPTEK bidang peternakan dan veteriner dalam rangka alih teknologi dari hasil penelitian yang telah dikembangkan oleh para peneliti bidang peternakan dan veteriner.

Disamping 3 kegiatan utama di atas, juga berlangsung pameran yang terdiri dari sektor Kementeriaan, BUMN, swasta, asosiasi, universitas, pemerintah daerah, Asosiasi, media dan Badan Litbang Pertanian yang terbagi atas 5 klaster yaitu (1) Rempah, Obat dan Aromatik, (2) Pestisida Nabati, (3) Produk Spesialti dan Pangan Substitusi, (4) Minyak dan bahan Industri, dan (5) Sarana, Alat dan Mesin Perkebunan.

Pada acara pameran juga dilakukan beberapa kegiatan yaitu wisata edukasi yang diikuti oleh Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi, lomba stan terbaik, lomba mewarnai anak-anak usia 4 hingga 11 tahun, dan doorprize serta hiburan.

ENIP 2011 ini yang berlangsung hingga besok tanggal 16 Oktober 2011 akan ditutup secara resmi oleh Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Haryono, M.Sc.

Berita terkait

(Bur/Wir)