Kendalikan Hama Lalat Buah dengan Pestisida Nabati

Hama lalat buah (Bactrocera spp) merupakan hama yang sangat merugikan pada tanaman hortikultura, di antaranya menyerang cabai merah, jambu biji, jambu air, belimbing, nangka, mangga dan lainnya. Kerugian dapat berupa kuantitas dengan rontoknya buah-buahan yang terserang, ataupun kualitas dengan banyaknya belatung pada komoditas yang diserang. Selain itu hama lalat buah dapat merupakan penghambat perdagangan (Trade barrier), karena dapat dijadikan alasan ditolaknya suatu komoditas untuk diekspor.

Beberapa cara pengendalian telah dikembangkan di dunia, baik dengan pelepasan serangga mandul, eradikasi dengan penyemprotan insektisida, penggunaan zat perangkap (atraktan) metil eugenol, umpan beracun, perekat hama dan cara lainnya, namun cara ini kurang efektif apabila tidak dilakukan secara serentak dan berkesinambungan, karena daerah yang tidak dikendalikan akan menjadi sumber penularan pada periode berikutnya.

Salah satu alasan petani untuk tidak dapat mengendalikan secara serempak dan berkesinambungan adalah mahalnya bahan pengendali. Sebagai contoh, atraktan berbahan aktif metil eugenol di pasaran saat ini bervariasi, dari yang Rp 6.000/kemasan 5 ml (Rp 1.200.000/lt) sampai yang Rp 10.000/kemasan 5 ml (Rp 2.000.000/lt).

Balittro (Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik) saat ini telah menemukan 3 (tiga) formula yang berasal dari tanaman (Pestisida Nabati) dengan harga yang bersaing yaitu Rp 1.500 – Rp 2.000/kemasan 5 ml (Rp 300.000 – Rp 400.000 per liter), yaitu berupa : (1) ATLABU – atraktan untuk memerangkap hama lalat buah dengan cara diteteskan pada kapas di dalam perangkap yang terbuat dari botol air mineral, kemudian hama masuk dan terperangkap (mati);

(2) AZANOL – umpan pemikat beracun yang dapat diaplikasikan pada segumpal kapas atau sabut kelapa dan digantungkan di pohon, lalu ketika hama menyentuh umpan tersebut akan teracuni dan mati di sembarang tempat ; (3) ME-Sticky – lem pemikat yang dioleskan pada plastik atau permukaan apa saja, lalu hama akan tertarik dan melekat pada lem tersebut dan mati.

 

Sumber: Sinartani 27/04/2011