Penampilan 10 Varietas Unggul Tebu di KP Ngemplak-Pati

INFO PERKEBUNAN – Tebu (Sccharum officinarum L.) merupakan tanaman penting yang bernilai ekonomi tinggi, karena dipakai sebagai penghasil gula.

Peningkatan produksi tanaman tebu dipengaruhi oleh ketersediaan bibit unggul yang bermutu tinggi, dengan pengembangannya sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, baik tanah maupun iklim.

Oleh karena itu program perakitan varietas unggul tebu ke depan lebih diarahkan untuk menghasilkan varietas yang mampu beradaptasi pada lokasi yang spesifik.

Karakter varietas tebu unggul yang menjadi dasar pemilihan adalah potensi hasil tinggi, tipe kemasakan, kesesuaian terhadap fisik lahan, tahan terhadap organisme pengganggu tanaman tertentu serta yang paling penting merupakan tebu adaptif yang cocok dikembangkan di masing-masing daerah.

Varietas tebu yang telah dirilis di Indonesia sudah sangat banyak, diantaranya lebih dari 70 varietas dirilis oleh Pusat Penelitian dan Pengambangan Gula Indonesia (P3GI). Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, Malang, yang baru saja memperoleh mandat untuk penelitian tanaman pemanis, utamanya tanaman tebu, telah mengkoleksi sebanyak 20 varietas unggul nasional. Varietas-varietas tersebut seluruhnya ditanam di Kebun Percobaan Ngemplak-Pati. Untuk mengetahui potensi pertumbuhan dan produktivitasnya, sebanyak 10 varietas telah diamati karakter produksinya, seperti disajikan pada Tabel 1.

Hasil pengamatan pada Tabel 1, menunjukkan bahwa tinggi tanaman berkisar antara 1,95-2,55 m dan diameter batang berkisar antara 2,2-3,4 cm. Sedangkan nilai rendemen terendah 4,87% dan tertinggi 8,25%. Dari 10 varietas yang teramati tersebut, terdapat 3 varietas tebu yang relatif lebih unggul pada keprasan pertama. Varietas-varietas tersebut umumnya mempunyai daya hasil tinggi (1000-1500ku/ha), tinggi batang produksi mencapai 2,00-2,55 meter dengan rendemen 7,908,25%. Ketiga varietas tersebut, adalah varietas PS 921, Kentung danPS865.

Kelebihan dari varietas PS 921 ketika di tanam di lokasi Pati, terletak pada sifat-sifat agronomisnya. Perkecambahannya cepat dan seragam. Diameter batang berukuran sedang sampai besar. Kerapatan batang antara 8-10 batang per meter. Potensi produksi varietas PS 921 jika ditanam pada lahan tegalan, rata-rata rendemennya 8,25 %. Varietas ini dilepas dengan SK Mentri Pertanian Nomor : 53/Kpts/SR.120/1/2004 (Gambar 1). Sedangkan untuk varietas kentung yang ditanam di Pati memiliki keunggulan, diantaranya proses pemanjangan batang cepat, jumlah anakan sedang (Tabel 2), daya keprasan baik. Selain itu, varietas ini juga toleran terhadap penggerek batang maupun pucuk dan tahan terhadap penyakit ringkai daun dan luka api (Gambar 2).

Gambar 1. Habitus tanaman tebu varietas PS 921

Gambar 2. Habitus tanaman tebu varietas Kentung

Gambar 3. Habitus tanaman tebu varietas PS 921

Varietas dengan nama asal: Pl. 54 ini, merupakan varietas tebu unggul yang dilepas pada tanggal 28 Oktober 2008 dengan SKMenteri Pertanian Nomor: 1365/kpts/sr.120/10/ 2008.

Hasil pengamatan secara deskriptif pada varietas PS 865 terlihat bahwa pada jenis lahan berat (liat) seperti di Ngemplak-Pati, keragaan pertumbuhan tanaman seragam dengan rata-rata tinggi batang produksi 2,03 meter, diameter 2,8 cm dan rendemen 7,90. Pertunasan terjadi secara serempak, berbatang tegak. Ketahanan terhadap kekeringan tampak pada daya keprasannya yang tinggi. Hal ini ditunjukkan bahwa varietas ini memiliki jumlah anakan terbanyak yaitu 36 anakan per meter pada umur 2 bulan pasca keprasan I (Tabel 2, Gambar 3) (Ruly Hamida/Peneliti Balittas).

Info terkait klik disini