Hasil Besar dengan Sentuhan Kecil pada Tanaman Tembakau

INFO PERKEBUNAN – Helicoverpa spp. merupakan hama penting pada semua jenis tembakau di Indonesia. Pengaruh kerusakan paling nyata dirasakan pada budidaya tembakau cerutu, karena keutuhan daun merupakan salah satu kriteria yang menentukan kualitas produk.

Pada tembakau besuki na-oogst, apabila tidak dilakukan pengendalian, maka produksi daun utuh mutlak tinggal hanya 10%. Produksi daun selebihnya tidak dapat dipakai sebagai pembungkus dan pembalut rokok cerutu, tetapi sebagai pengisi yang harganya hanya10%dari haraga pembungkus/pembalut.

 

Telur Helicoverpa spp. 70-90% diletakkan secara tunggal di permukaan atas daun. Telur berwarna krem atau kuning, berbentuk oval, panjang berkisar 0,5mm dan lebar 0,4mm.Satu betina mampu bertelur 200-2000 butir. Telur menetas setelah 3-4 hari.

Ulat muda berwarna putih kekuningan, kepala berwarna hitam. Ulat yang sudah tumbuh sempurna warnanya bervariasi yaitu hitam, hijau kekuningan, hijau, hitam kecoklatan, atau campuran dari warna-warna tersebut. Ulat yang baru menetas dari telur (neonit) bergerak menuju ke permukaan bawah daun, sehingga 81-88% ulat-ulat kecil berada di bawah permukaan daun (Tabel 1). Stadia ulat 14-21 hari.

Tabel 1. Sebaran populasi larva Helicoverpa spp. instar I-III pada tembakau cerutu.
——————————————————————————————————

Bagian tanaman              Cerutu Besuki (%)                Cerutu Deli (%)

——————————————————————————————————

Pucuk tanaman                           2                                        2

Daun daun bukan pucuk               17                                      10

- Permukaan atas daun                17                                      10

- Permukaan bawah daun             81                                      88

——————————————————————————————————
Aplikasi insektisida dengan cara penyemprotan merupakan cara yang diandalkan dalam pengendalian Helicoverpa spp. pada tanaman tembakau. Penyemprotan insektisida pada budidaya tembakau cerutu dilakukan hingga 24 kali.

Pada tembakau cerutu deli 7 kali penyemprotan pertama menggunakan alat semprot gendong dan 17 kali menggunakan pesawat terbang.

Pada tembakau cerutu besuki, selain menggunakan alat semprot gendong, juga digunakan alat semprot bermesin.

Dengan frekuensi penyemprotan yang sangat intensif tersebut, ternyata hasilnya tidak selalu konsisten dan bahkan akhir-akhir ini mulai muncul klaim residu pestisida pada krosok (daun tembakau kering) dari pembeli luar negeri.

Apa yang salah dengan cara pengendalian yang dilakukan oleh para petani maupun perusahaan perkebunan tersebut ? Kesalahan utama yang sering terjadi di lapangan adalah para petani dan pekerja perusahaan perkebunan tidak memahami perilaku Helicoverpa spp. pada tanaman tembakau.

Seperti disajikan pada Tabel 1, lebih dari 80% larva kecil yang menjadi target penyemprotan insektisida, baik pada tembakau cerutu deli maupun cerutu besuki dan pada jenis-jenis tembakau lainnya berada di bawah permukaan daun.

Sementara itu, teknik penyemprotan yang dilakukan biasanya hanya ditujukan pada ulat yang ada di pucuk tanaman dan permukaan atas daun. Jika penyemprotan dengan menggunakan pesawat, droplet tidak mampumenjangkau permukaanbawah daun.

Dengan demikian, larva Helicoverpa spp. yang terpapar insektisida berkisar 1219% saja. Sementara itu lebih dari 80% ulat Helicoverpa spp. yang berada di permukaan bawah daun, aman dari paparan droplet insektisida. Karena itu, pantaslah Helicoverpa spp. selalu menjadi masalah pada tanaman tembakau.

Gambar 1. Cara penyemprotan yang salah (atas) dan cara penyemprotan yang benar (bawah)

Hasil besar dengan sentuhan kecil dalam pengendalian Helicoverpa spp. pada tanaman tembakau dapat dilakukan dengan mengubah posisi nozel pada saat melakukan penyemprotan. Jika posisi awal nozel menghadap ke bawah, selanjutnya diputar 135 derajat mengarah pada tanaman yang akan disemprot (Gambar 1).

Penyemprotan dimulai dari daun tanaman tembakau bagian bawah bergerak mengarah ke atas atau mulai dari daun koseran hingga daun pucuk. Dengan cara demikian seluruh bagian tanaman akan terpapar oleh droplet larutan insektida yang disemprotkan. Cara aplikasi yang tepat akan memberikan hasil pengendalian yang efektif dan efisien (Dwi Adi Sunarto/Peneliti Balittas).

Info terkait klik disini